Menurut yang sering gw denger sejak gw kecil banyak orang bilang bahwa kehidupan itu seperti roda yg berputar kadang di bawah kadang di atas. Tapi Menurut gw kok kayanya kehidupan gak berputar ya, Menurut gw loh dan gw juga gak berharap lu setuju sama pendapat gw ini jadi bebas aja, silahkan berpendapat, tapi sekali lagi ini menurut gw, roda kehidupan itu gak berputar karena menurut hasil pengamatan gw selama ini hidup mereka yg ada di posisi atas roda kehidupan pada gak mau turun buat tukeran posisi sama yg di bawah. Mereka begitu nyaman menikmati kehidupan yg di atas dan lucunya gw yg di posisi bawah sibuk nonga merhatiin kehidupan mereka yg di atas. Pengamatan gw ini amat rentan dengan banyak kesalahan, maklumlah karena gw ngeliatnya dari posisi bawah jadi nonga terus dan dampaknya leher gw jadi pegel dan bikin kezell
aku adalah aku, namun terkadang menjadi mu terasa begitu menyenangkan. berandai adalah penyeselanku, sendiri adalah nuraniku
Cari
Tuesday, August 7, 2018
Ulah ngukur baju saseregna awak
Kata orang modern dan berintelektualitas tinggi kerap kali menggunakan perumpamaan don't judge a book by its coverl kalo aku sih lebih suka yg lokal aja kaya ulah ngukur baju saseregna awak maklum aku kan tidak modern dan kurang intelek. Apapun itu buat aku pesan dari kata tersebut amatlah penting untuk di aplikasikan atau diamalkan. Aku rasa pesan dari perumpamaan tersebut amatlah cocok diterapkan pada era saat ini yang masing2 individunya saling mempertentangkan dan memaksakan kebenarannya masing2. Padahal Jika kita mengingat pesan orang tua kita dalam perumpamaan ulah ngukur baju saseregna awak amatlah jelas bahwa kita selaku manusia untuk tidak menilai suatu kebenaran berdasarkan apa yg kita fahami benar tanpa memperdulikan kebenaran orang lain serta enggan untuk mencari hal benar yg benar2 benar dan disepakati bersama-sama. Aku sih agak prihatin dgn orang2 yang merasa dirinya benar dan memaksakan kebenarannya tersebut.
Wednesday, December 20, 2017
Kutu kupreet
Pada zaman dahulu di zaman si pitung kita sering kali mendengar istilah anjing anjing kumpeni untuk mendeskripsikan orang-orang yang lebih mementingkan keuntungan pribadi dan membela kompeni sebagai penjajah. Di zaman sekarang ini jumlah mereka begitu banyak dan makin berkembang biak hanya saja memang majikan yg mereka bela variasi lebih beragam namun tujuan mereka tetap sama yaitu menjajah dengan cara meraup keuntungan sebesar-besarnya demi keuntungan pribadi dan golongannya. Lucunya anjing anjing tersebut adalah saudara kita sendiri sehingga agak sungkan untuk menghardik dan bahkan untuk memukulnya. Suatu dilema yang menyesakkan jiwa, wedeeeh
Kampreeet
Merana merasa bingung ketika hal yg dikatakannya dan dirasa olehnya benar namun menjadi tidak benar bagi orang lain. Hal yang dirasa baik olehnya menjadi tidak baik bagi orang lain. Merana bingung dengan hal tersebut. Dalam hal ini mempertahankan kebenaran dirasa menjadi tidak benar, mempertahankan hal yang baik menjadi keburukan buat yang lain. Diam bukan berarti membenarkan namun lebih karena menjaga kerukunan.
Thursday, December 14, 2017
Numpang lewat
Berakhir sdh perjalanan Merana di solo. Suatu perjalanan yang penuh drama, sandiwara dan pura-pura. Suasana yg penuh dengan senyum palsu, canda palsu, tawa palsu dan beragam kepalsuan lainnya. Sayangnya segala kepalsuan drama yang ada tak mau ditinggalkan begitu saja. Mereka melekat erat dan sulit dipisahkan. Merana sangat sadar selama mereka melekat pada tempatnya dan porsinya segala drama kepalsuan itu menjadi sangat berguna untuk menjaga suasana agar tetap selaras walaupun udang tetap sembunyi dibelakang batu, namun siapa peduli karena udangnya suatu saat pasti akan mati juga
Wednesday, December 13, 2017
Geer
Hari ini Merana pergi ke Solo, dari rumah orangtuanya Merana menuju bandara dengan mengendarai ojol alias ojek online. Tak lama kemudian Merana pun tiba di bandara. Segala kelengkapan dipersiapkan dan tak lupa Merana melepas ikat pinggangnya untung saja tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena perut Merana sangat buncit khawatit kancing celananya mencelit. Selepas pemeriksaan Merana menuju ruang tunggu. Saat Merana melintas terdengar suara dari kejauhan yang diyakini Merana menyebut namanya Merana pun menoleh ke samping kirinya ternyata Miwir yang memanggil, dengan percaya dirinya Merana menghampirinya namun anehnya Miwir tetap memanggil kembali karena jarak kami sudah semakin dekat maka jelaslah siapa yang dipanggil oleh Miwir itu ternyata Anna. Nasi sudah menjadi bubur, Merana dengan kebodohannya menyapa dan menyalami Miwir. Miwir pun masih sibuk memanggil manggil Anna yang terus saja melintas seakan tak memperdulikan panggilan itu dan Miwir pun bergegas menyusul Anna. Merana menertawakan dirinya dalam hati, semua kebodohan yang terjadi sangat asik dan menghibur dirinya.
Saturday, November 18, 2017
Siapa?
Dalam pencarian tentang siapa diri ini. Aku mencoba bertanya pada orang sekelilingku mengenai sifat ku sebenarnya. Namun hasilnya tak memuaskan hati ini. Ku coba menelusuri siapa sesungguhnya orangtuaku,siapa nenek dan kakekku, siapa buyutku sesungguhnya. Karena ketiadaan data pupus sudah semuanya. Pembodohan sejarah, manipulasi data, hingga kebohongan sejarah yang nampak di depan mata. Di mana jawaban yang sebenar-benarnya. Bagaimana ku mengungkap siapa diri ini?